Kutai Timur – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Kutai Timur terus mendorong agar kegiatan olahraga memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya menjadi sarana untuk berolahraga, kegiatan tersebut diarahkan pula menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan berbagai bentuk pelayanan publik.
Kepala Dispora Kabupaten Kutai Timur Basuki Isnawan mengatakan, konsep penggabungan olahraga dengan layanan masyarakat telah mulai diterapkan. Melalui pola tersebut, satu kegiatan olahraga dapat sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh sejumlah layanan yang biasanya harus diakses secara terpisah.
Menurut Basuki, pelayanan yang dapat dihadirkan dalam kegiatan olahraga antara lain pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Izin Mengemudi (SIM), layanan kesehatan, serta pelayanan administrasi kependudukan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang untuk mengikuti atau menyaksikan aktivitas olahraga, tetapi juga dapat memanfaatkan layanan yang tersedia.
“Konsepnya bukan sekadar mengadakan kegiatan olahraga. Di dalamnya kami ingin menghadirkan berbagai pelayanan yang memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Basuki.
Selain mempertemukan masyarakat dengan layanan pemerintah, Dispora juga melihat kegiatan olahraga sebagai peluang untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat dilibatkan sehingga kehadiran masyarakat dalam suatu kegiatan olahraga turut memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi.
Basuki menyebut keberadaan layanan publik dan UMKM dapat berjalan bersamaan dengan kegiatan olahraga. Masyarakat mendapatkan akses pelayanan, sementara pelaku usaha memiliki kesempatan untuk menawarkan produk maupun jasa kepada pengunjung.
“Di dalam kegiatan itu bisa ada pelayanan SKCK, SIM, kesehatan, sampai administrasi kependudukan. Jadi kegiatannya tidak hanya soal olahraga, tetapi UMKM juga bisa ikut bergerak,” katanya.
Ia berharap konsep tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Dispora ingin pola pelayanan terpadu melalui kegiatan olahraga dapat berlangsung secara berkelanjutan, termasuk melalui kegiatan LVD yang sebelumnya telah digelar.
Menurut Basuki, kegiatan sebelumnya lebih diarahkan sebagai langkah awal untuk melihat respons masyarakat dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
“Harapan kami, LVD ini bisa menjadi kegiatan yang terus berjalan. Kemarin kami memang baru mencoba membuka atau memancing bagaimana konsep ini bisa diterapkan,” jelasnya.
Untuk merealisasikan keberlanjutan program tersebut, Dispora juga berharap adanya dukungan dari pihak kepolisian. Kolaborasi diperlukan agar layanan seperti SKCK dan SIM dapat benar-benar dihadirkan dalam kegiatan olahraga, sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan di satu lokasi.
Basuki mengatakan komunikasi dengan pihak kepolisian menjadi bagian penting dari pengembangan konsep tersebut. Ia berharap jajaran kepolisian dapat merespons dan ikut menjalankan kolaborasi layanan yang direncanakan.
“Selanjutnya tinggal bagaimana teman-teman dari kepolisian dapat menyambut konsep ini dengan baik sehingga kerja samanya bisa benar-benar dijalankan,” ujarnya.
Namun, rencana pengembangan kegiatan tersebut sempat menghadapi kendala. Dispora sebelumnya berencana menggabungkan pelaksanaan kegiatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional. Agenda tersebut belum dapat berjalan sesuai rencana karena kondisi kabut asap.
Menurut Basuki, kabut asap menjadi salah satu faktor yang menghambat pelaksanaan kegiatan, terutama karena agenda melibatkan aktivitas masyarakat di ruang terbuka. Meski demikian, Dispora tidak menghentikan rencana tersebut dan masih berupaya mencari kesempatan untuk melanjutkannya.
“Kemarin sebenarnya kami berencana membuat kegiatan bersama dengan Hari Olahraga Nasional. Namun lagi-lagi ada kendala, yaitu kondisi kabut asap,” ungkapnya.
Basuki mengatakan usulan pelaksanaan lanjutan masih disiapkan. Pihaknya akan menyampaikan rencana tersebut kepada Bupati Kutai Timur untuk memperoleh persetujuan sebelum kegiatan kembali dilaksanakan.
Ia berharap jika mendapat izin dari kepala daerah, konsep olahraga yang dipadukan dengan pelayanan publik tersebut dapat kembali dijalankan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Saat ini masih saya usulkan. Kami akan menghadap Bupati terlebih dahulu. Kalau mendapat izin dari Bupati, insyaallah kegiatan ini akan saya jalankan,” tandasnya. (SH/ADV)
