Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) terus memperkuat pembinaan generasi muda dengan mendorong mereka terlibat dalam kegiatan yang positif dan produktif. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada pengembangan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pencegahan terhadap berbagai perilaku berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba dan aksi balap liar.
Kepala Dispora Kabupaten Kutai Timur Basuki Isnawan mengatakan, edukasi mengenai bahaya narkoba terus disisipkan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan anak muda. Pesan tersebut tidak hanya diberikan ketika kegiatan olahraga berlangsung, tetapi juga diperluas hingga ke lingkungan sekolah.
Menurut Basuki, upaya pencegahan perlu dilakukan secara terus-menerus agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh semakin banyak generasi muda. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap sekaligus diperluas ke berbagai lingkungan yang menjadi tempat beraktivitas anak muda.
“Di setiap kegiatan bersama anak-anak muda, pesan untuk menjauhi narkoba selalu kami sampaikan. Jadi bukan hanya ketika ada kegiatan tertentu, tetapi terus dibawa ke berbagai tempat,” kata Basuki.
Ia menyebut sekolah menjadi salah satu lingkungan yang turut menjadi sasaran pembinaan. Melalui kegiatan di sekolah, Dispora berupaya memperluas penyampaian edukasi kepada generasi muda sejak usia pelajar.
Basuki mengatakan langkah tersebut dilakukan secara perlahan, namun diupayakan dapat berlangsung secara luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, pencegahan tidak hanya bergantung pada kegiatan olahraga atau program kepemudaan tertentu.
“Kami juga masuk ke sekolah-sekolah. Prosesnya dilakukan secara bertahap, tetapi terus diperluas agar pesannya bisa semakin masif,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, Dispora juga mendorong anak muda agar memiliki kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan mereka. Salah satu caranya dengan mengarahkan organisasi kepemudaan untuk membuat aktivitas yang produktif dan memiliki manfaat nyata.
Menurut Basuki, kegiatan kepemudaan tidak harus selalu berupa aktivitas olahraga. Anak muda dapat mengembangkan berbagai bidang sesuai dengan kemampuan dan minat, termasuk kegiatan yang berpotensi menghasilkan peluang ekonomi.
Ia pun mengajak organisasi kepemudaan atau OKP di Kutai Timur untuk mengambil peran lebih aktif dalam menciptakan kegiatan bagi generasi muda. Dengan semakin banyak kegiatan positif, anak muda memiliki ruang untuk mengembangkan diri sekaligus membangun kemandirian.
“Saya berharap anak-anak muda bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Karena itu, teman-teman OKP kami ajak untuk bersama-sama membuat kegiatan yang bisa memberikan manfaat,” jelasnya.
Basuki menilai kegiatan produktif juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan pencegahan kepada lingkungan pemuda yang lebih luas. Aktivitas tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi anak muda agar tidak menghabiskan waktu pada kegiatan yang berisiko.
Menurutnya, organisasi kepemudaan dapat berperan dengan menciptakan peluang usaha sekaligus mengajak generasi muda menjauhi narkoba dan balap liar.
“Kita ingin kegiatan yang dibuat bisa membuka peluang usaha. Dari sana, pesan kepada anak-anak muda lainnya juga bisa disampaikan, bahwa tidak ada narkoba, tidak ada balap liar, dan ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan kemandirian pemuda merupakan bagian penting dalam pembinaan kepemudaan di daerah. Generasi muda diharapkan tidak selalu menunggu bantuan atau program dari pemerintah untuk dapat menjalankan kegiatan.
Meski demikian, Basuki menegaskan pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk hadir. Dukungan pemerintah diperlukan agar kegiatan pemuda dapat berkembang, namun keterlibatan tersebut harus diarahkan untuk mendorong kemampuan pemuda agar semakin mandiri.
“Yang harus kita bangun adalah bagaimana pemuda bisa mandiri. Jangan sampai sedikit-sedikit selalu menunggu pemerintah. Pemerintah tetap harus hadir, tetapi kehadirannya harus memberikan manfaat dan mendorong mereka untuk berkembang,” tandasnya.
Melalui penguatan aktivitas kepemudaan yang produktif, Dispora berharap generasi muda Kutai Timur memiliki lebih banyak pilihan kegiatan yang positif. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah narkoba dan balap liar dengan menyediakan ruang bagi pemuda untuk berkarya, mengembangkan kemampuan, serta membangun kemandirian. (SH/ADV)
