Kutai Timur – Persoalan ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Kabupaten Kutai Timur masih menjadi perhatian Kecamatan Sangatta Selatan. Ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial hingga akses terhadap layanan dasar dinilai perlu mendapat perhatian lebih dalam arah pembangunan daerah.
Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan kebutuhan tersebut menjadi salah satu usulan utama yang disampaikan pihak kecamatan kepada pemerintah kabupaten. Menurutnya, pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial perlu diprioritaskan, terutama pada wilayah yang berada di luar kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).
“Kita masuk wilayah yang memang kontras sekali pembangunan di utara dengan di selatan,” kata Dewi.
Ia menjelaskan, kondisi wilayah Sangatta Selatan membuat kebutuhan pembangunan harus dilihat berdasarkan karakteristik dan lokasi masing-masing. Wilayah di luar TNK dinilai memiliki ruang pembangunan yang lebih besar sehingga fasilitas umum dan fasilitas sosial di kawasan tersebut diharapkan menjadi prioritas.
“Saya fokusnya itu mengusulkan terkait dengan fasum fasos di Kecamatan Sangatta Selatan, khususnya harus yang menjadi prioritas itu di luar wilayah TNK,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat yang berada di dalam kawasan TNK juga tetap membutuhkan perhatian. Karena adanya keterbatasan dalam pengembangan kawasan tersebut, Dewi mendorong pemerintah kabupaten membangun mekanisme kerja sama dengan pihak TNK.
“Kita mendorong pemerintah kabupaten untuk segera menerbitkan PKS dengan TNK khusus untuk fasilitas umum dan fasos di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan,” tuturnya.
Bagi Kecamatan Sangatta Selatan, pembangunan fasilitas dasar tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Listrik, air bersih, dan jalan menjadi tiga kebutuhan yang disebut paling mendesak untuk segera ditangani.
“Yang paling urgent kami butuhkan adalah terkait dengan listrik, air dan jalan,” jelasnya.
Persoalan jalan juga berkaitan dengan konektivitas antardesa. Dewi menyebut Kecamatan Sangatta Selatan belum memiliki jalan yang menghubungkan seluruh wilayah desa secara memadai. Kondisi tersebut membuat pembangunan jaringan jalan perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.
Salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan tersebut adalah jalan ring road. Jika seluruh jalurnya dapat tersambung, akses masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya dapat menjadi lebih singkat.
“Ketika jalan ring road ini bisa terhubung, maka secara otomatis ini akan memperpendek akses masyarakat,” tandasnya.
Dewi berharap kebutuhan fasilitas dasar dan infrastruktur tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah kabupaten. Menurutnya, peningkatan akses listrik, air, dan jalan sekaligus menjadi bagian penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Sangatta Selatan. (ADV)
