Kutai Timur – Aktivitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Kecamatan Sangatta Selatan ketika sektor pertanian menghadapi tekanan akibat keterbatasan air. Kondisi kekeringan yang disebut berkaitan dengan El Nino membuat kegiatan petani melambat, sehingga sumber pendapatan dari sektor usaha menjadi semakin penting bagi masyarakat.
Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan wilayahnya memiliki banyak pelaku UMKM dengan beragam produk unggulan. Keberadaan usaha tersebut dinilai menjadi salah satu potensi ekonomi yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Sangatta Selatan ini terkenal dengan UMKM, produk-produk unggulan UMKM umumnya memang ada di Sangatta Selatan,” kata Dewi.
Menurutnya, dukungan pemerintah melalui program bantuan UMKM turut membantu masyarakat dalam mempertahankan dan mengembangkan kegiatan usaha. Bantuan dari Dinas Koperasi disebut memberikan manfaat bagi warga yang menjalankan usaha di tingkat lokal.
“Alhamdulillah masyarakat kami terbantukan dengan program UMKM bantuan UMKM dari Dinas Koperasi,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi sektor pertanian di Sangatta Selatan saat ini menghadapi tantangan berbeda. Ketersediaan air yang terbatas membuat aktivitas petani ikut terdampak. Situasi tersebut menyebabkan sebagian petani mengalami penurunan aktivitas produksi karena kebutuhan air untuk pertanian tidak dapat terpenuhi secara optimal.
“Di kondisi El Nino saat ini petani-petani kita lagi lesu karena kurangnya air, kita ada di posisi kekeringan,” tuturnya.
Dalam kondisi tersebut, Dewi menilai dukungan terhadap petani tetap diperlukan agar kegiatan produksi dapat berjalan ketika kondisi memungkinkan. Bantuan permodalan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pertanian, mulai dari penyediaan bibit hingga sarana pendukung pengairan.
“Minimal bantuan modal untuk membeli bibit, membeli pompa dan lain sebagainya itu bisa membantu,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat mempertahankan aktivitas pertanian di tengah keterbatasan air. Pompa dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pengairan, sedangkan bantuan bibit membantu petani mempersiapkan kembali kegiatan produksi.
Di sisi lain, UMKM tetap memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Keberadaan usaha lokal dengan produk yang beragam memberikan alternatif sumber penghasilan ketika sektor pertanian mengalami tekanan.
Dengan dukungan terhadap kedua sektor tersebut, masyarakat Sangatta Selatan diharapkan tetap memiliki sumber ekonomi yang dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. UMKM dapat terus dikembangkan sebagai penggerak usaha masyarakat, sementara petani membutuhkan dukungan sarana dan permodalan untuk menghadapi kondisi kekeringan. (ADV)
