Indeks

Kutim Siapkan Kerja Sama Pedagang dengan Blitar untuk Stabilkan Pasokan Cabai

Kutai Timur — Penguatan pasokan cabai menjadi salah satu tindak lanjut kerja sama perdagangan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dengan pelaku usaha dari Blitar, Jawa Timur.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat akses pedagang Kutim terhadap pasokan komoditas dari daerah sentra produksi.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Pratama Erwin Harianto, mengatakan tindak lanjut tersebut merupakan bagian dari kerja sama perdagangan yang sebelumnya dilakukan dalam kegiatan di Samarinda.

Menurutnya, kerja sama tidak hanya diarahkan pada pemerintah, tetapi juga perlu diteruskan melalui hubungan langsung antarpelaku usaha. Karena itu, pedagang Kutim akan diarahkan untuk terhubung dengan pedagang atau pemasok yang berada di Blitar.

“Jadi nanti kita akan matching-kan pedagang kita dengan pedagang yang ada di Blitar. Pedagang kita dengan pedagang yang besar di sana, sehingga kita bisa mengambil dari sana,” kata Erwin saat ditemui di ruang kerjanya

Menurut Erwin, mekanisme tersebut akan menggunakan pola business to business (B2B), yakni kerja sama langsung antarpelaku usaha. Pemerintah dalam hal ini mendorong terbentuknya hubungan perdagangan, sedangkan proses transaksi selanjutnya dilakukan oleh para pedagang yang telah dipertemukan.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pasokan komoditas pangan di Kutim. Dirinya menjelaskan bahwa kebutuhan sejumlah bahan pangan di daerah masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Memang beberapa pangan kita ini dari luar. Beras kita dari Sulawesi, bawang kita dari Bima, juga dari Brebes,” ungkapnya.

Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah membuat kondisi produksi di daerah asal turut berpengaruh terhadap ketersediaan komoditas di Kutim. Untuk cabai, kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan produksi dan pasokan dapat berdampak pada harga di tingkat perdagangan.

Karena itu, keterhubungan pedagang Kutim dengan pemasok di Blitar diharapkan dapat membuka jalur pasokan yang lebih kuat bagi pelaku usaha lokal. Skema tersebut sekaligus memberikan alternatif bagi pedagang dalam memperoleh komoditas yang dibutuhkan masyarakat.

Erwin menegaskan, penguatan jaringan perdagangan antardaerah menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi pangan. Melalui hubungan langsung antarpedagang, diharapkan kebutuhan komoditas di Kutim dapat dipenuhi dengan lebih baik dan pasokan tetap terjaga.

Pemkab Kutim melalui Disperindag akan terus mendorong tindak lanjut kerja sama tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat. (TS/ADV)

Exit mobile version