Indeks

Kutim Satu-Satunya Daerah yang Berhasil Turunkan Data Anak Tidak Sekolah

Kutai Timur – Data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dirilis Pusat Data Nasional (Pusdatin) pada Maret 2025 sempat mengguncang Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Pasalnya, Kutim sendiri memiliki beberapa program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), seperti pendidikan gratis dar PAUD hinga SMP. i

Akan tetapi, dengan jumlah 13.000 anak tidak sekolah, Kutim tercatat sebagai daerah tertinggi di nomor satu Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun dalam enam bulan, angka tersebut justru turun drastis hingga 9.000, menjadikan Kutim satu-satunya daerah di Kaltim yang berhasil menurunkan ATS.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono menjelaskan bahwa langkah cepat dilakukan melalui verifikasi dan validasi data lintas sektor.

“Kami langsung rapat koordinasi dengan PKK Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan para RT. Ada data yang ternyata tidak valid, misalnya anak yang tercatat tidak sekolah padahal sebenarnya sekolah,” ujar Mulyono kepada awak media.

Ia menegaskan, 4.000 data lainnya masih perlu diklarifikasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebelum dikirim ulang ke Pusdatin.

“Yang tidak ditemukan itu tidak bisa langsung dihapus. Harus ada verifikasi lanjutan,” jelasnya.

Menariknya, sembilan kabupaten/kota lain di Kaltim justru mengalami kenaikan data ATS.

“Hanya Kutim yang turun. Karena kita bergerak cepat dan serius,” tegasnya.

Validasi baru mencapai 50 persen, namun Mulyono menargetkan seluruh proses selesai pada akhir tahun 2025.

“InsyaAllah selesai. Ini juga jadi proyek perubahan saya untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah tetap bisa dapat pendidikan melalui paket belajar,” tuturnya.

Upaya ini menunjukkan komitmen Kutim bahwa tidak ada anak yang boleh tertinggal dari bangku pendidikan. (TS/ADV)

Exit mobile version