Kutai Timur –
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur tengah mempersiapkan pemberian penghargaan khusus kepada para tokoh budayawan yang selama ini berkontribusi besar dalam menjaga, menghidupkan, dan mengembangkan seni serta budaya daerah. Sebanyak delapan tokoh akan menerima apresiasi tersebut dalam rangkaian kegiatan Festival Magic Land yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menjelaskan bahwa penentuan penerima penghargaan tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh kandidat telah melewati proses seleksi dan kurasi yang cukup panjang dan ketat. Proses tersebut dimulai sejak hampir tiga bulan lalu, dengan berbagai tahapan administrasi dan penilaian lapangan.
“Mereka sudah melalui tahapan hampir tiga bulan yang lalu… melengkapi berkas, visitasi, dan sekarang sudah dalam proses SK,” ujarnya.
Pada tahap awal, terdapat sekitar 16 hingga 17 peserta yang masuk dalam daftar calon penerima penghargaan. Namun setelah melalui penilaian berdasarkan kategori yang telah ditentukan, hanya delapan orang yang akhirnya dinyatakan lolos dan layak menerima anugerah tersebut.
“Ada delapan kategori. Jadi masing-masing kategori itu ada yang dua kategori, ada yang satu,” kata Padliansyah.
Ia pun menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif oleh tim kunjungan dari tingkat provinsi, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar berdasarkan kriteria serta capaian nyata para pelaku budaya di lapangan. Adapun kategori penghargaan mencakup berbagai bidang kesenian dan kebudayaan, mulai dari pelukis yang juga berperan sebagai pembina, penulis puisi, penggiat wastra, pelestari tradisi lisan, hingga tokoh seni pertunjukan.
“Yang dapat dianugerahi itu semuanya adalah para pelaku seni budaya yang mengembangkan,” jelasnya.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi nyata dari pemerintah daerah kepada para budayawan yang dengan konsisten menjaga warisan budaya Kutai Timur di tengah arus modernisasi. Meski demikian, hingga saat ini nama-nama penerima penghargaan masih dirahasiakan dan baru akan diumumkan pada saat pelaksanaan acara resmi.
“Nama-namanya masih kami rahasiakan,” tuturnya.
Festival Magic Land sendiri diproyeksikan menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai ajang hiburan dan perayaan seni, tetapi juga sebagai ruang penghormatan bagi para pelaku budaya. Diharapkan, kegiatan ini mampu memotivasi generasi muda dan pelaku seni lainnya untuk terus berinovasi sekaligus melestarikan identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan Kutai Timur.
(TS/ADV).
