Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuka peluang bagi para pelaku seni dan tokoh budaya untuk dicalonkan menerima Anugerah Kebudayaan Nasional. Kesempatan ini terbuka menyusul adanya surat dari pemerintah pusat yang meminta setiap kabupaten dan kota mengajukan nama kandidat sebelum batas waktu pengumpulan pada 10 November mendatang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliansyah, menyampaikan bahwa hingga kini proses penjaringan masih terus berjalan.
“Sampai hari ini juga belum ketemu siapa ini yang mau kita kirim,” ujarnya.
Menurutnya, belum adanya nama yang diputuskan karena pihaknya masih menunggu berbagai usulan dari masyarakat maupun komunitas seni dan budaya.
Padliansyah menegaskan bahwa kesempatan pencalonan ini terbuka luas dan siapa pun dapat mengajukan nama calon selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Siapa-siapa ada tokoh-tokoh budayawan.kalau ada yang kira-kira sesuai kriteria ini bisa dicalonkan,” katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah ingin melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam proses seleksi awal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pencalonan Anugerah Kebudayaan Nasional tidak hanya menilai prestasi formal atau popularitas seorang tokoh, namun lebih mengutamakan kontribusi nyata yang telah diberikan dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan kebudayaan daerah secara berkelanjutan.
Bidang Kebudayaan Kutai Timur sendiri siap menindaklanjuti setiap usulan yang masuk dengan melakukan penilaian kelayakan sebelum mengeluarkan rekomendasi resmi ke pemerintah pusat. Kesempatan ini pun menjadi ruang penting untuk meningkatkan eksistensi dan pengakuan terhadap pelaku seni serta budayawan asal Kutim di tingkat nasional.
Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, Padliansyah optimistis banyak tokoh di Kutai Timur yang layak mendapatkan apresiasi yang lebih luas. Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengusulkan figur-figur yang selama ini telah berjasa menghidupkan dan menjaga nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.(TS/ADV).
