Kutai Timur – Regenerasi pelaku budaya di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan sinyal yang menggembirakan. Proses estafet pelestarian seni dan budaya kini mulai melibatkan lebih banyak generasi muda yang tidak hanya memiliki minat, tetapi juga konsistensi dalam berkarya dan melakukan pelatihan. Hal ini tercermin dari daftar penerima penghargaan budayawan tahun ini, di mana salah satu dari delapan kategori penerima diisi oleh figur muda yang dinilai layak dan berprestasi.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliansyah, membenarkan adanya keterlibatan generasi muda dalam daftar penerima penghargaan tersebut.
“Ada beberapa orang generasi muda dan bahkan ada salah satu kelemahan pemuda yang berprestasi dalam bidang kebudayaan,” ucapnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa generasi muda mulai mengambil peran penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai seni budaya lokal.
Menurut Padliansyah, penilaian terhadap calon penerima penghargaan tidak hanya didasarkan pada capaian dalam lomba atau kompetisi semata. Lebih dari itu, aspek kontribusi dalam bentuk pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam proses seleksi.
“Kriterianya di sini bukan hanya berprestasi lomba, tapi dia ada yang enggak membina,” ujar Padliansyah.
Artinya, sosok yang terpilih merupakan individu yang benar-benar terlibat aktif dalam proses pengembangan budaya di lingkungan sekitar.
Masuknya seorang pemuda asli Kutai Timur sebagai penerima penghargaan menjadi simbol bahwa regenerasi budaya di daerah ini berjalan dengan baik. Generasi muda tidak lagi sekadar menjadi penikmat atau penonton seni tradisi, melainkan hadir sebagai pelaku utama yang berperan langsung dalam melestarikan, mengajarkan, dan menghidupkan kembali tradisi di tengah perubahan zaman.
Penghargaan ini juga mengandung pesan penting bahwa seni dan budaya bukan hanya milik generasi terdahulu. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membuka ruang dan panggung seluas-luasnya bagi anak muda untuk tumbuh, berkreasi, dan memberi sentuhan baru dalam menjaga jati diri budaya daerah. Dengan keterlibatan generasi muda, pelestarian budaya di Kutim diharapkan akan terus berlanjut dan semakin kuat di masa depan. (TS/ADV).
