Kutai Timur – Penghargaan kearsipan yang diberikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga strategi pemerintah daerah untuk menciptakan kompetisi sehat dalam pengelolaan arsip.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kutim, Ayub.
“Supaya ada semangat kepada semua OPD maupun kecamatan maupun partai politik untuk memelihara dan menjaga dokumen arsip Kutai Timur ke depan,” ujar Ayub kepada awak media.
Menurut Ayub, arsip adalah wajah sebuah instansi. OPD yang mengabaikan tata kelola arsip akan kesulitan melakukan pertanggungjawaban, baik dalam audit, pelayanan publik, maupun penyimpanan riwayat kerja pemerintah daerah.
Oleh karena itu, kompetisi sehat diperlukan untuk mendorong perubahan.
Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian tahun ini disusun secara profesional oleh panitia bersama tim teknis. Semua instansi yang ikut serta dinilai melalui dokumen, wawancara, hingga pengecekan langsung terhadap ruang arsip masing-masing.
“Cukup baik kinerja dari tim panitia yang sudah memberi nilai kepada kawan-kawan yang mempunyai dokumen atau arsip yang inovasi yang bagus,” ucapnya.
Dirinya berharap penghargaan tahun ini menjadi motivasi awal agar kualitas kearsipan Kutim terus meningkat setiap tahun. Dengan semakin banyak OPD yang serius dalam pembinaan arsip, pemerintah daerah dapat membangun kultur administrasi yang kuat dan efisien.
Selain itu, Ayub menyebutkan rencana untuk memperluas penerapan standar arsip hingga tingkat desa. Dengan begitu, kearsipan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi juga bagian dari kesadaran masyarakat.
“Kami berharap tahun depan lebih banyak yang ikut dan lebih siap,” pungkasnya. (TS)
