Kutai Timur – Tidak banyak daerah di Indonesia yang mampu mengirim puluhan warganya untuk menempuh pendidikan di kampus-kampus terbaik nasional setiap tahunnya. Namun Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil melakukannya.
Melalui Program Beasiswa Emas Daerah, sebanyak 50 lulusan SMA dari Kutim dikirim untuk melanjutkan studi di 13 perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi, tetapi juga memperluas peluang bagi generasi muda Kutim untuk bersaing di tingkat nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program unggulan ini sudah berjalan sejak tahun 2024 dan terus menunjukkan hasil yang membanggakan. “Kami bisa mengirim 50 anak per tahun ke kampus terbaik.
Itu rekor,” ujar Mulyono kepada awak media. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Tidak hanya untuk siswa, pemerintah daerah juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas para guru. Melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Negeri Malang, guru-guru yang belum memiliki gelar sarjana difasilitasi untuk menempuh pendidikan S1 dalam waktu yang lebih singkat karena pengalaman kerja mereka diakui sebagai bagian dari kompetensi akademik.
“Cukup dua tahun mereka bisa S1 karena sudah bekerja,” jelasnya.
Selain itu, Kutim juga mengirim ratusan guru untuk mengikuti pendidikan inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). “Tahun lalu 191 lulus. Tahun ini kita kirim 300 lagi,” ungkap Mulyono.
Program-program ini menggambarkan arah besar Kutim dalam membangun masa depan melalui pendidikan berkualitas dan kesempatan yang merata. Dari ruang kelas kecil di desa hingga kampus-kampus bergengsi, Kutim tengah menyiapkan generasi emasnya sendiri. (TS/ADV)
