Kutai Timur – Dunia pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penguatan budaya dan literasi.
Menjelang akhir tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menyiapkan empat agenda kebudayaan besar yang akan digelar sepanjang bulan November, memberi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk merayakan kreativitas dan sejarah.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa agenda budaya merupakan bagian penting dari pelatihan karakter siswa.
“Ada festival Magic Land, itu rutin.Kemudian ada pameran Jejak Nabi dan Rasul dari Arab sampai ke Kutim,” ujar Mulyono kepada awak media.
Pameran Jejak Nabi dan Rasul akan berlangsung selama sepekan, mulai 16 hingga 23 November, di kawasan Masjid Agung. Kegiatan ini akan diisi dengan lomba hapsi, lomba mewarnai, dan berbagai aktivitas edukatif untuk keluarga.
Selain itu, Disdikbud juga menyiapkan Festival Kebudayaan yang melibatkan berbagai komunitas lokal. Ada pula Festival Musik Anti-Narkoba yang memberikan ruang ekspresi bagi anak muda untuk menyuarakan pesan moral melalui seni.
Agenda terbesar akan ditutup dengan Festival Literasi Daerah, bekerja sama dengan Nyalanesia.
“Pesertanya nanti ada 13.000 orang perwakilan dari seluruh sekolah,” katanya.
Festival ini bahkan menargetkan rekor MURI dengan partisipasi pelajar terbanyak dalam kegiatan literasi.
Mulyono menegaskan bahwa kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga merupakan media penting dalam membentuk karakter dan memperkuat identitas suatu daerah.
“Kami berharap kegiatan budaya ini dapat menjadi ruang pertumbuhan bagi anak-anak,” ujarnya.
Kutim pun terus berupaya menghadirkan pendidikan yang menyeluruh, yaitu yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun karakter serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah (TS/ADV)
