Indeks

Kutim Siapkan Lumbung Pangan Baru, Petani Didukung Program Oplah dan Cetak Sawah

Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mempersiapkan langkah besar untuk memperkokoh perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Kalimantan Timur. Melalui sektor pertanian, pemerintah daerah berupaya memastikan ketersediaan beras dan hasil pertanian lainnya tetap stabil serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah memfokuskan perhatian pada dua program strategis yang diyakini mampu mendorong peningkatan produksi secara signifikan, yakni optimalisasi lahan sawah (Oplah) dan program cetak sawah baru.

“Dua program ini menjadi kunci agar produksi padi terus naik tanpa harus bergantung pada pasokan luar daerah,” ujarnya.

Optimalisasi lahan sawah dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang sudah ada agar lebih produktif. Melalui program Oplah, petani didorong untuk meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun. Di sisi lain, program cetak sawah baru difokuskan pada wilayah-wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian produktif, seperti Kecamatan Rantau Pulung dan Kaubun.

Menurut Dyah, peningkatan produktivitas ini juga ditunjang dengan penyediaan alat dan mesin pertanian modern. Teknologi tersebut diharapkan mampu membantu petani dalam mengolah lahan secara lebih cepat, efisien, dan optimal, mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.

“Selain meningkatkan produksi, kami juga ingin membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa,” katanya.

Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru di wilayah pedesaan, baik di sektor pertanian langsung maupun pada sektor pendukung lainnya, seperti jasa pengolahan dan distribusi hasil pertanian.

Lebih jauh, Dyah menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan pencetakan lahan pertanian hingga mencapai 100 ribu hektar. Target ini tidak hanya ditujukan untuk mewujudkan swasembada pangan, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ekonomi daerah yang berbasis pada pertanian berkelanjutan.

Dengan langkah terencana dan dukungan berbagai pihak, Kutim optimistis dapat memperkuat ketahanan pangannya sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di masa mendatang. ADV

Exit mobile version