Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan implementasi program Lansia Berdaya (Sidaya) sebagai bagian dari lima program Quick Win nasional Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini akan menjadi inovasi unggulan Kutim pada tahun 2026.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi mengatakan Sidaya merupakan turunan langsung dari strategi Cap Jempol Stop Stunting untuk memperkuat kesejahteraan keluarga melalui kelompok usia lanjut.
“Sidaya ini menegaskan bahwa lansia bukan beban, tapi aset sosial. Mereka masih bisa aktif dan memberi inspirasi,” ujar Junaidi saat diwawancarai.
Program ini akan berjalan melalui kolaborasi antara DPPKB, Dinas Pendidikan, dan lembaga Pendidikan Nonformal (PNF) seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan keterampilan ringan, penyuluhan kesehatan, hingga kegiatan sosial seperti parenting antar generasi.
“Rencananya tahun 2026 kita adakan wisuda lansia pertama di Sangatta Utara. Ini simbol bahwa usia bukan penghalang untuk belajar,” kata Junaidi.
Ia menambahkan, DPPKB juga tengah menyusun kurikulum khusus bagi sekolah pekerja lanjut usia sama dengan akademisi dan praktisi sosial.
“Program ini juga merupakan bagian dari mitigasi stunting, karena lansia berdaya bisa menularkan pola hidup sehat kepada keluarga,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, DPPKB tidak hanya mengurus angka kelahiran, tetapi juga menata siklus kehidupan keluarga dari muda hingga tua secara berkelanjutan.
“Ia menegaskan bahwa ketika seluruh generasi mampu berdaya dan mandiri, maka kekuatan keluarga akan terbentuk, dan pada akhirnya Kutai Timur dapat berkembang dan maju secara bersama-sama,” pungkasnya. (TS/ADV)
