Kutai Timur —Pemerintah Daerah (Pemda) Batu Ampar terus memantapkan arah pembangunan dengan menjadikan sektor pertanian dan perkebunan sebagai fondasi utama ekonomi lokal. Sejalan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), wilayah ini diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi hasil alam di bagian timur Kutai Timur.
Camat Batu Ampar, Suriansyah, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki modal dasar yang kuat untuk dikembangkan. Selain memiliki cakupan area yang luas, kondisi tanah di Batu Ampar juga dikenal subur dan cocok untuk berbagai jenis komoditas pertanian maupun perkebunan.
“Kita ini punya luas sekitar 65 ribu hektare, bahkan lebih luas dari Kota Bontang. Potensi pertanian dan perkebunan sangat besar,” ungkap Suriansyah saat diwawancarai.
Ia menyebutkan beberapa komoditas yang saat ini menjadi andalan, seperti nanas, madu hutan, dan karet rakyat. Ketiga sektor tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan masyarakat, tetapi juga merupakan komoditas yang terus dikembangkan melalui pendampingan dan pembinaan dari pemerintah kecamatan serta Pemkab Kutim.
Menurut Suriansyah, salah satu kunci agar sektor pertanian berjalan optimal adalah ketersediaan akses jalan yang memadai. Dengan infrastruktur yang baik, hasil pertanian dapat lebih cepat dipasarkan dan harga jualnya lebih stabil.
“Kalau akses jalan bagus, hasil pertanian bisa cepat keluar dan harganya stabil,” jelasnya.
Selain fokus pada produksi komoditas mentah, pemerintah kecamatan juga mendorong diversifikasi usaha melalui pengembangan produk olahan. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada penjualan bahan baku semata.
“Kami turut dorong juga pengolahan hasil pertanian jadi produk olahan. Jadi bukan hanya jual mentahan,” tambahnya.
Lebih jauh, Suriansyah menegaskan bahwa pembangunan Batu Ampar diarahkan untuk menyeimbangkan produktivitas dan kelestarian lingkungan. Dengan luas wilayah yang signifikan, Batu Ampar memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kawasan tetap hijau dan berkelanjutan.
“Pemkab Kutim mendukung penuh langkah-langkah kita. Kita ingin Batu Ampar tumbuh tapi tetap hijau,” ujarnya.
Melalui peningkatan infrastruktur, kemitraan strategis dengan perusahaan, serta semangat kolaboratif masyarakat, Batu Ampar perlahan menapaki peran baru sebagai wilayah produktif yang mampu menyokong ketahanan pangan dan ekonomi Kutai Timur.
Pemerintah berharap, dalam beberapa tahun ke depan, Batu Ampar dapat menjadi contoh sukses pengembangan wilayah berbasis pertanian berkelanjutan.. (TS/ADV)
