Kutai Timur – Efisiensi anggaran membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur melakukan penyesuaian terhadap volume sejumlah program, meski tidak ada program yang dihapus dari rencana kerja sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur Mulyono mengatakan penyesuaian dilakukan dengan melihat skala prioritas, sehingga anggaran yang tersedia dapat digunakan secara optimal tanpa menghilangkan program utama.
“Kalau programnya tidak ada yang kita hapus, semua program tetap berjalan, hanya volumenya yang kita sesuaikan,” ujar Mulyono di Kantor Disdikbud Kutim.
Salah satu penyesuaian dilakukan pada pemberian seragam siswa, yang sebelumnya diberikan kepada seluruh siswa, tetapi kini dapat diarahkan hanya kepada siswa baru sesuai kemampuan anggaran.
“Contohnya untuk seragam, kalau sebelumnya semua siswa kita berikan, mungkin nanti kita sesuaikan hanya untuk siswa baru, jadi bukan programnya yang kita hilangkan, tetapi volumenya yang kita kurangi,” katanya.
Selain seragam, kegiatan bimbingan teknis yang dinilai kurang prioritas juga akan dikurangi sebagai bagian dari efisiensi, sementara kegiatan yang berkaitan langsung dengan target utama pendidikan tetap menjadi perhatian.
“Kemudian kegiatan bimtek yang kurang prioritas juga kita kurangi, kita harus melakukan efisiensi karena anggaran yang tersedia harus digunakan seoptimal mungkin,” ucap Mulyono.
Ia menyebut terdapat empat ukuran yang menjadi dasar kinerja pendidikan, yakni pemenuhan 15 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari kementerian, peningkatan rapor pendidikan, peningkatan akreditasi sekolah, serta pencapaian 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati.
Dari 50 program unggulan tersebut, terdapat 10 program yang secara khusus menjadi bagian dari bidang pendidikan, sehingga pencapaiannya tetap menjadi salah satu sasaran meski ruang anggaran mengalami penyesuaian.
“Walaupun ada efisiensi anggaran, kita tetap berusaha supaya target-target utama pendidikan tidak terganggu,” tegasnya.
Kebijakan tersebut menunjukkan efisiensi tidak serta-merta menghapus program pendidikan, tetapi berdampak pada besaran penerima manfaat dan volume kegiatan yang dapat dilaksanakan, sehingga pengawasan terhadap pencapaian target menjadi semakin penting.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur kini mengarahkan anggaran berdasarkan skala prioritas agar empat indikator kinerja pendidikan tetap berjalan, sementara program dengan tingkat prioritas lebih rendah menjadi ruang utama untuk dilakukan pengurangan volume. (SH/ADV)
![]()







