Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Pada 2026, salah satu program yang dikembangkan ialah pemberian beasiswa penuh bagi pelajar asal Kutim untuk menempuh pendidikan di Sampoerna University.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada 10 pelajar Kutim untuk melanjutkan pendidikan dengan dukungan pembiayaan secara penuh. Tidak hanya mencakup biaya pendidikan, skema kerja sama ini juga memberikan dukungan terhadap biaya hidup mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengatakan program beasiswa tersebut menjadi salah satu tambahan dalam pengembangan kebijakan pendidikan tinggi Pemkab Kutim pada 2026. Sebanyak 10 pelajar dikirim melalui program kerja sama dengan Sampoerna University.
“Di tahun 2026 ini ada satu lagi, yaitu program beasiswa dengan Sampoerna University. Itu dengan program beasiswa penuh. Kami kirim 10 orang dengan biaya penuh termasuk biaya hidupnya,” ujar Mulyono.
Skema pembiayaan dalam program tersebut dijalankan dengan pembagian tanggung jawab antara Pemkab Kutim dan pihak Sampoerna University. Dari total 10 mahasiswa yang mendapatkan kesempatan melalui program ini, lima orang pembiayaannya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kutim. Sementara lima mahasiswa lainnya memperoleh dukungan pembiayaan dari pihak Sampoerna University.
Pembagian tersebut juga mencakup biaya hidup mahasiswa. Dengan demikian, program yang diberikan tidak hanya berfokus pada pembayaran biaya pendidikan, tetapi turut memberikan dukungan terhadap kebutuhan mahasiswa selama menjalani masa studi.
“Kalau yang Sampoerna ini sama biaya hidupnya. Tapi berbagi dua dengan Sampoerna. Jadi kalau 10 orang kita kirim, lima ditanggung oleh Pemda Kutim, lima oleh Sampoerna,” tuturnya.
Selain dukungan pembiayaan, program pendidikan di Sampoerna University juga memberikan pengalaman akademik yang berbeda bagi mahasiswa penerima beasiswa. Salah satunya melalui penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Lingkungan akademik tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terbiasa menggunakan bahasa Inggris selama menjalani proses perkuliahan. Hal ini menjadi salah satu pengalaman tambahan yang dapat diperoleh mahasiswa selain pendidikan sesuai bidang yang mereka pilih.
Program tersebut juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh dua ijazah setelah menyelesaikan pendidikan. Mulyono menyebut, mahasiswa nantinya akan mendapatkan ijazah dari Sampoerna University serta ijazah dari Arizona, Amerika Serikat.
Kesempatan lain juga terbuka bagi mahasiswa yang mampu menunjukkan prestasi selama mengikuti pendidikan. Prestasi akademik maupun capaian selama menjalani masa studi dapat menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri.
“Kalau mereka berprestasi, mereka bisa kesempatan tiga bulan kuliah di Amerika,” ungkapnya.
Adanya peluang untuk mengikuti perkuliahan selama tiga bulan di Amerika menjadi salah satu bagian dari pengalaman pendidikan yang ditawarkan melalui program tersebut. Kesempatan itu diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi aspek prestasi sebagaimana yang disyaratkan dalam program.
Kerja sama Pemkab Kutim dengan Sampoerna University sekaligus memperlihatkan adanya pengembangan pola pemberian beasiswa pendidikan tinggi di daerah. Jika sejumlah program beasiswa berfokus pada dukungan biaya pendidikan, kerja sama ini memberikan cakupan bantuan yang lebih luas karena turut memasukkan biaya hidup mahasiswa.
Pengembangan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pelajar Kutim dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Akses yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga pengalaman akademik, penggunaan bahasa Inggris, serta peluang memperoleh pengalaman belajar di luar negeri.
Melalui program beasiswa penuh tersebut, 10 pelajar asal Kutim memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sampoerna University pada 2026. Dengan dukungan pembiayaan dari Pemkab Kutim dan Sampoerna University, program ini diharapkan dapat membantu pelajar daerah mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman akademik mereka.
Pemkab Kutim juga terus mendorong pengembangan kerja sama pendidikan tinggi sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Melalui kesempatan pendidikan yang lebih luas, generasi muda daerah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensinya untuk mendukung kebutuhan pembangunan Kutai Timur di masa mendatang. (SL/ADV)
![]()







