Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mengembangkan program beasiswa dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi dengan sasaran yang semakin beragam, mulai dari bantuan reguler hingga beasiswa prestasi dan anak kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur Mulyono mengatakan program beasiswa yang telah berjalan sejak awal pemerintahan terus diperluas melalui sejumlah skema, termasuk beasiswa stimulan dan Kutim Tuntas yang menyasar peserta didik dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
“Yang dari awal itu ada namanya beasiswa stimulan dan beasiswa Kutim Tuntas, itu beasiswa diberikan untuk anak-anak mulai jenjang SD, SMP, SMA sampai ke perguruan tinggi,” ujar Mulyono di Kantor Disdikbud Kutim.
Untuk jenjang SD, beasiswa stimulan diberikan sebesar Rp1 juta per anak kepada lebih dari 12.000 anak, sedangkan tingkat SMP memperoleh Rp1,5 juta dengan sasaran sekitar 2.500 anak, sementara anggaran beasiswa jenjang SMA ke atas berada pada bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Kemudian yang lebihnya adalah beasiswa prestasi dan beasiswa anak kurang mampu, nah selain beasiswa yang umum tadi yang reguler kemudian yang stimulan lulus tadi, mulai tahun 2024 juga ada tambahan program beasiswa,” katanya.
Pengembangan lainnya ialah beasiswa penghafal Al-Qur’an yang pada 2026 diterapkan secara utuh dengan sasaran 1.000 penerima, terdiri atas 700 siswa SD dan 300 siswa SMP, dengan nilai sekitar Rp2,5 juta untuk SD dan Rp3 juta untuk SMP.
“Yang namanya beasiswa Indonesia Emas Daerah, nah itu adalah sebuah program beasiswa kerja sama antara Pemda Kutai Timur, bekerja sama dengan APKSI dan Yayasan Adi Luhung,” jelas Mulyono.
Melalui program tersebut, anak Kutai Timur mendapat kesempatan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang disebut sebagai kampus terbaik di Indonesia, dan program telah berjalan sejak 2024 dengan pengiriman peserta sebanyak tiga kali hingga saat ini.
Pada 2026, Pemkab Kutim juga menambah kerja sama beasiswa penuh dengan Sampoerna University untuk 10 orang, termasuk biaya hidup, dengan pembiayaan dibagi antara pemerintah daerah dan pihak Sampoerna, masing-masing menanggung lima penerima.
“Kalau yang Sampoerna sama biaya hidupnya, tapi berbagi dua dengan Sampoerna, separuh Kutai Timur, separuh Sampoerna, jadi kalau 10 orang kita kirim, lima ditanggung oleh Pemda Kutai Timur, lima oleh PT Sampoerna,” ungkapnya.
Selain program pemerintah daerah, terdapat pula beasiswa dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta kerja sama dengan Universitas Mulawarman terkait bidang kesehatan, sehingga pilihan bantuan pendidikan bagi masyarakat Kutai Timur semakin beragam. (SH/ADV)
![]()







