Banner Jejak Satu

Disdikbud Kutim Tekankan Lima Kecamatan Awal dalam Penulisan Sejarah Daerah

Kutai Timur — Penelusuran sejarah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diharapkan tidak berhenti pada pembahasan mengenai sejarah Kutai secara umum. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim mendorong agar penulisan sejarah juga menampilkan jejak wilayah yang sejak awal menjadi bagian dari perjalanan terbentuknya Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan terdapat lima kecamatan yang perlu mendapat perhatian dalam proses penulisan sejarah daerah. Kelima wilayah tersebut merupakan bagian dari struktur awal Kutim sebelum jumlah kecamatan berkembang seperti saat ini.

Mulyono menjelaskan, pembentukan Kutai Timur tidak terlepas dari perjalanan pemekaran wilayah Kutai. Pada masa awal pembentukannya, Kutim hanya memiliki lima kecamatan, yakni Muara Ancalong, Muara Bengkal, Muara Wahau, Sangatta, dan Sangkulirang.

“Nah, pada saat itu Kutai Timur ini hanya lima kecamatan. Muara Ancalong, Muara Bengkal, kemudian Muara Wahau, Sangatta dan Sangkulirang,” tegas Mulyono.

Seiring perkembangan daerah, jumlah kecamatan di Kutim mengalami perubahan. Dari lima kecamatan pada masa awal, wilayah tersebut kemudian berkembang menjadi 11 kecamatan dan saat ini telah mencapai 18 kecamatan.

Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan administratif dan perkembangan wilayah Kutai Timur. Karena itu, Mulyono menilai sejarah daerah perlu mencatat perkembangan tersebut sekaligus menghubungkannya dengan wilayah yang secara langsung menjadi bagian dari Kutim.

Menurutnya, penulisan sejarah yang dilakukan oleh guru sejarah maupun yang berkaitan dengan sejarah kebudayaan perlu memiliki keterkaitan dengan wilayah Kutai Timur. Hal ini penting agar pembahasan sejarah tidak terlalu umum dan tetap menunjukkan konteks daerah yang sedang dikaji.

“Makanya dibilang tadi sejarah tadi nanti baik guru-guru sejarah maupun sejarah kebudayaan itu maksud saya harus menyentuh salah satu dari wilayah lima itu tadi karena itu kita berbicara wilayah Kutai Timur,” ujarnya.

Mulyono menilai proses penelusuran sejarah perlu diarahkan untuk menemukan titik-titik yang memiliki hubungan langsung dengan wilayah Kutim. Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai suatu peristiwa atau peninggalan sejarah dapat ditempatkan dalam konteks wilayah yang saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Kutai Timur.

Ia memberikan gambaran apabila penelusuran sejarah menemukan suatu peristiwa awal yang berkaitan dengan Sangkulirang atau Muara Ancalong. Informasi tersebut dapat menjadi penanda yang memperjelas keterkaitan peristiwa sejarah tersebut dengan wilayah Kutai Timur.

“Kalau yang sampai ke awal tadi kan kita enggak ketemu mana Kutai Timurnya. Itu masih bicara Kutai kan. Tapi mungkin, oh pertama kali ditemukan di Sangkulirang misalnya atau di Muara Ancalong, nah misalnya. Itu kan kelihatan, oh itu memang wilayah Kutai Timur,” tuturnya.

Menurut Mulyono, proses penulisan sejarah tersebut saat ini masih berada pada tahap pendahuluan. Artinya, berbagai informasi yang telah ditemukan masih dapat dikembangkan melalui kajian dan penelusuran lebih lanjut.

Pendalaman tersebut diperlukan agar sejarah yang nantinya disusun tidak hanya memberikan gambaran mengenai perkembangan Kutai secara luas, tetapi juga mampu menunjukkan bagian-bagian yang memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan Kutai Timur.

Lima kecamatan awal menjadi salah satu titik yang dinilai penting untuk ditelusuri karena wilayah tersebut merupakan bagian dari struktur awal Kutim. Jejak sejarah yang berkaitan dengan Muara Ancalong, Muara Bengkal, Muara Wahau, Sangatta, dan Sangkulirang diharapkan dapat memperkuat konteks dalam penyusunan sejarah daerah.

Dengan memasukkan perjalanan lima kecamatan awal tersebut, penulisan sejarah Kutai Timur diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan daerah. Sejarah tidak hanya mencatat perubahan jumlah wilayah dari lima menjadi 11 hingga 18 kecamatan, tetapi juga menunjukkan keterkaitan antara perjalanan masa lalu dengan identitas Kutai Timur saat ini. (SL/ADV)

Loading