Kutai Timur — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan strategi baru untuk memperkenalkan peluang investasi di berbagai wilayah. Salah satunya melalui penyusunan peta potensi investasi yang mencakup 18 kecamatan dalam bentuk digital.
Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Pranata, menjelaskan bahwa tugas DPMPTSP tidak hanya berkaitan dengan pelayanan perizinan. Di dalamnya terdapat bidang penanaman modal yang secara khusus berkaitan dengan bagaimana pemerintah daerah menarik minat calon investor untuk masuk ke Kutim.
“Program-program kita itu masih kurang lebih sama seperti dulu. Di sini ada dua bidang, bidang penanaman modal dan bidang layanan terpadu satu pintu, atau singkatnya itu perizinan,” ujar Novian saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, pelayanan perizinan saat ini berjalan melalui sistem Online Single Submission (OSS), yakni sistem perizinan berusaha secara elektronik.
Sementara pada sisi penanaman modal, perhatian diarahkan pada bagaimana potensi daerah dapat ditawarkan kepada investor.
“Kalau terkait perizinan karena kita semua bergantung di sistem namanya OSS. Itu berjalan normatif. Yang menarik ini di penanaman modal,” katanya.
Novian menegaskan, pertanyaan penting dalam bidang penanaman modal adalah bagaimana pemerintah daerah dapat memperkenalkan potensi Kutim sehingga menarik perhatian calon investor.
“Bagaimana cara kita menarik calon-calon investor agar berinvestasi di Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, DPMPTSP telah membuat peta potensi investasi
Kutim dalam bentuk digital. Pemetaan itu mencakup seluruh 18 kecamatan yang ada di daerah tersebut.
“Bapak Ibu, saya punya link. Kami sudah membuat peta potensi investasi di Kabupaten Kutai Timur. 18 kecamatan kami buat dalam bentuk digital,” jelasnya.
Menurut Novian, peta tersebut nantinya dapat dibagikan melalui tautan sehingga calon investor maupun pihak lain yang membutuhkan informasi dapat melihat potensi investasi yang telah dipetakan pemerintah daerah.
“Nanti saya share link-nya jadi Bapak bisa dilihat di situ,” tuturnya.
Penyediaan peta digital tersebut menjadi salah satu instrumen DPMPTSP dalam memperkuat promosi investasi. Dengan cakupan seluruh kecamatan, informasi mengenai potensi daerah dapat dihimpun dalam satu media dan diperkenalkan kepada calon investor secara lebih mudah.
Novian berharap pemetaan tersebut dapat membantu membuka peluang investasi baru di Kutim. Pemerintah daerah tidak hanya menunggu calon investor datang, tetapi berupaya memperkenalkan potensi yang dimiliki melalui informasi yang telah disiapkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DPMPTSP memperkuat fungsi penanaman modal, sekaligus memperluas cara pemerintah daerah mempromosikan peluang investasi di Kutim. (TS/ADV)
![]()







