Kutai Timur – Keberadaan Bunda Generasi Berencana (GenRe) di berbagai tingkatan dinilai perlu diperkuat agar tidak berhenti pada peran formal. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan advokasi dan sosialisasi untuk menyamakan pemahaman mengenai peran serta fungsi Bunda GenRe dalam pembinaan remaja.
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan Bunda GenRe memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan fungsi yang harus dijalankan. Dengan demikian, keberadaan Bunda GenRe di berbagai tingkatan dapat memberikan pengayoman dan mendukung pembinaan generasi muda secara lebih terarah.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saidah, mengatakan agenda tersebut disiapkan berdasarkan arahan Ibu Bupati Kutim. Advokasi akan membahas petunjuk teknis (Juknis) Program GenRe agar Bunda GenRe memahami tugas yang harus dijalankan di lapangan.
“Ibu Bupati memanggil kami dan meminta agar diadakan semacam kegiatan advokasi terkait petunjuk teknis (Juknis) Program GenRe. Harapannya, Bunda GenRe tidak sekadar menyandang gelar, tetapi benar-benar memahami peran, fungsi, dan apa saja yang harus dilakukan di lapangan,” ujar Ani.
Menurut Ani, keberadaan Bunda GenRe tersebar mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Kondisi tersebut membuat penyamaan persepsi mengenai petunjuk teknis pembinaan remaja menjadi penting agar pengayoman terhadap generasi muda dapat berjalan di berbagai lapisan masyarakat.
DPPKB Kutim juga menyesuaikan format pelaksanaan advokasi dengan kondisi geografis dan penyesuaian anggaran daerah. Kegiatan direncanakan dapat dilaksanakan secara langsung maupun dalam jaringan, baik tahun ini maupun tahun depan.
“Melihat keterbatasan keadaan kita saat ini, advokasi ini dirancang agar bisa dilaksanakan secara daring atau luring, baik di tahun ini maupun tahun depan. Yang terpenting, seluruh Bunda GenRe di tingkat kecamatan dan desa bisa terangkul dan mendapatkan pemahaman yang utuh,” tambahnya.
Program GenRe bersama Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) merupakan salah satu pilar di Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim. Penguatan fungsi Bunda GenRe diharapkan dapat mendukung pembinaan remaja secara lebih terarah dan menjangkau berbagai tingkatan wilayah.
Melalui pemahaman yang lebih utuh mengenai peran dan fungsi tersebut, DPPKB Kutim berharap pembinaan moral, kesehatan reproduksi, serta kesiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dapat dilakukan secara lebih luas hingga tingkat desa. Penguatan ini diharapkan membuat peran Bunda GenRe semakin nyata dalam mendukung pembinaan remaja di Kutim. (ADV/IR)
![]()







