Banner Jejak Satu

Sekolah Lansia Hadirkan Edukasi Kesehatan dari Dokter hingga Tenaga RS Kudungga

Kutai Timur — Sekolah Lansia di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi wadah pembelajaran bagi warga lanjut usia untuk memahami pola hidup sehat dan menjaga kualitas hidup bersama keluarga. Program yang telah berjalan sejak diluncurkan oleh Bupati Kutim ini dilaksanakan di empat lokasi dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.

Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Yuriansyah, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan bagi para lansia untuk memperoleh edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran disampaikan secara bergantian oleh tenaga kesehatan dan narasumber terkait sesuai bidangnya.

“Sekolah Lansia itu kan sudah berjalan sejak di-launching-nya oleh Pak Bupati waktu itu,” ujar Yuriansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).

Menurut Yuriansyah, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Sekolah Lansia tidak menerapkan pola pembelajaran seperti pendidikan formal pada umumnya, tetapi lebih menitikberatkan pada pemberian pengetahuan praktis mengenai kesehatan dan kebiasaan hidup sehari-hari.

“Sekolah Lansia ini bukan seperti sekolah biasa, tetapi mereka diberikan edukasi cara pola hidup sehat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber yang bergiliran. Tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Kudungga serta dokter yang bertugas di Kabupaten Kutim turut terlibat dalam penyampaian edukasi. Kehadiran narasumber dari bidang kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada lansia mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh seiring bertambahnya usia.

Pembelajaran yang diberikan diarahkan untuk membantu peserta mengenali kebiasaan yang mendukung kesehatan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari, baik ketika berada di lingkungan keluarga maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.

Program ini juga menempatkan keluarga sebagai bagian dari kehidupan lansia yang perlu diperhatikan. Pemahaman mengenai pola hidup sehat diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta saat mengikuti kegiatan, tetapi juga dapat diterapkan dalam rutinitas mereka bersama anggota keluarga.

Pelaksanaan Sekolah Lansia di empat lokasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di tempat yang telah disediakan. Namun, Yuriansyah tidak merinci nama seluruh lokasi pelaksanaan dalam wawancara tersebut. Informasi yang disampaikan mencakup jumlah lokasi dan perkiraan peserta yang mengikuti program.

Edukasi kesehatan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam kegiatan ini karena kebutuhan menjaga kebugaran dan kualitas hidup tetap penting pada usia lanjut. Melalui penyampaian materi secara bergantian, peserta memperoleh kesempatan untuk mendengarkan penjelasan dari narasumber dengan latar belakang kesehatan yang berbeda.

DPPKB Kutim berharap Sekolah Lansia dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi para pesertanya. Dengan adanya pembelajaran yang berkelanjutan, lansia diharapkan semakin memahami pentingnya pola hidup sehat dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam keseharian bersama keluarga. (SL/ADV)

Loading