Banner Jejak Satu

Sekolah Siaga Kependudukan Kutim Jangkau 88 Sekolah hingga Kecamatan Bengalon

Kutai Timur — Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah menjangkau 88 sekolah hingga 2026. Perluasan program yang dijalankan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim tersebut mencakup Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, hingga Bengalon sebagai bagian dari upaya mengenalkan wawasan kependudukan sejak usia sekolah.

Hingga periode 2023–2025, sebanyak 56 sekolah telah dibentuk secara bertahap di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Jumlah tersebut terdiri atas 36 sekolah dasar sederajat dan 20 sekolah menengah pertama sederajat. Pengembangan program kemudian berlanjut pada 2026 dengan memperluas jangkauan ke Kecamatan Bengalon.

Pada Kamis (6/8/2026), perluasan program di Bengalon mencakup pembentukan 32 sekolah, yang terdiri atas 24 sekolah dasar sederajat dan delapan sekolah menengah pertama sederajat. Penambahan tersebut membuat cakupan SSK di Kutim mencapai total 88 sekolah berdasarkan data yang disampaikan.

Program ini diarahkan untuk memperkenalkan pemahaman mengenai kependudukan kepada peserta didik melalui lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi salah satu ruang untuk menanamkan wawasan tentang dinamika kependudukan sekaligus mendorong siswa memahami kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan perencanaan masa depan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, sebelumnya menekankan pentingnya pelaksanaan program secara nyata di sekolah. Dalam kegiatan orientasi pada Agustus lalu, ia menyampaikan bahwa keberhasilan SSK memerlukan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak sesuai dengan peran masing-masing.

Menurutnya, penguatan program tidak cukup hanya melalui pemahaman konsep. Materi dan wawasan yang diperoleh perlu diterapkan di sekolah masing-masing agar pelaksanaan SSK dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Yuriansyah juga menyoroti pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi turut menumbuhkan karakter, kepedulian, dan kemampuan peserta didik dalam merencanakan masa depan. Melalui pendekatan tersebut, wawasan kependudukan diharapkan dapat menjadi bagian dari pengetahuan yang berguna bagi siswa.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan di Kutim masih terus berjalan secara bertahap.

“Kita coba berjalan secara pelan tapi pasti,” tuturnya.

Selain pembentukan sekolah, sosialisasi juga telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Bengalon. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan program kepada lingkungan pendidikan sekaligus membangun pemahaman mengenai pentingnya isu kependudukan di kalangan peserta didik.

Perluasan cakupan sekolah menjadi salah satu tahapan pengembangan SSK di Kutim. Namun, keberlanjutan program juga bergantung pada penerapan materi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga pelaksanaannya tidak berhenti pada pembentukan sekolah semata.

Melalui pengembangan program di berbagai kecamatan, DPPKB Kutim berharap wawasan kependudukan dapat semakin dikenal di lingkungan pendidikan. Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, SSK diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta didik mengenai persoalan kependudukan serta pentingnya mempersiapkan masa depan. (SL/ADV)

Loading