Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas akses pendidikan bagi pelajar daerah, termasuk kesempatan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama di tingkat nasional. Salah satu program yang dikembangkan untuk membuka akses tersebut ialah Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIED).
Program BIED menjadi bagian dari kebijakan beasiswa Pemkab Kutim yang menyasar pelajar daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pelaksanaannya dilakukan melalui pola kerja sama dengan sejumlah pihak, sehingga pelajar Kutim memiliki kesempatan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi yang menjadi tujuan pendidikan tinggi nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa BIED merupakan program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kutim, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).
“Beasiswa Indonesia Emas Daerah itu adalah sebuah program beasiswa kerja sama antara Pemda Kutim, bekerja sama dengan APKASI dan Yayasan Adiluhung untuk bagaimana anak-anak Kutim ini bisa berkuliah di 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” ujar Mulyono.
Melalui program tersebut, pelajar Kutim diarahkan untuk memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama. Beberapa kampus yang menjadi bagian dari program BIED antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Brawijaya (UB).
Keberadaan sejumlah perguruan tinggi tersebut memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelajar Kutim untuk menentukan tujuan pendidikan sesuai dengan bidang yang ingin ditekuni. Program ini juga menjadi salah satu bentuk pengembangan kebijakan pendidikan daerah yang tidak berhenti pada pemberian bantuan di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Menurut Mulyono, pelaksanaan BIED telah berlangsung selama beberapa tahun. Sejak dimulai pada 2024, Pemkab Kutim telah melakukan pengiriman mahasiswa melalui program tersebut sebanyak tiga kali.
“Ini berjalan sejak tahun 2024 sampai sekarang. Jadi sudah ada tiga kali kita kirim,” katanya.
Pelaksanaan program yang telah berlangsung sejak 2024 menunjukkan adanya kesinambungan dalam pemberian akses pendidikan tinggi bagi pelajar Kutim. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memberikan jalur tambahan bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan di luar daerah dengan tujuan perguruan tinggi yang telah ditentukan dalam program.
Dalam pelaksanaannya, BIED memberikan dukungan terhadap biaya yang berkaitan dengan pendidikan mahasiswa. Bantuan tersebut mencakup biaya kuliah serta sejumlah kebutuhan lain yang berhubungan dengan proses perkuliahan.
Namun, skema BIED memiliki pola pembiayaan yang berbeda dengan program beasiswa penuh yang juga sedang dikembangkan oleh Pemkab Kutim melalui kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya. Artinya, kebijakan beasiswa di Kutim tidak hanya menggunakan satu pola, tetapi dikembangkan melalui beberapa bentuk kerja sama dan skema bantuan.
Pengembangan berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat. Pelajar daerah tidak hanya diberikan dukungan untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang sekolah, tetapi juga diarahkan agar memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Mulyono menyampaikan bahwa pengembangan program beasiswa terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Melalui berbagai bentuk kerja sama, Pemkab Kutim berupaya membuka kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak daerah agar dapat melanjutkan pendidikan sesuai potensi dan kemampuan masing-masing.
Program BIED sekaligus menjadi salah satu jalur bagi pelajar Kutim untuk memperoleh pengalaman pendidikan di lingkungan perguruan tinggi yang berada di luar daerah. Kesempatan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas generasi muda sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia asal Kutai Timur.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan jangka panjang daerah. Karena itu, keberadaan program beasiswa pendidikan tinggi seperti BIED diharapkan dapat terus memberikan peluang kepada pelajar Kutim untuk mengakses pendidikan yang lebih luas.
Dengan adanya kerja sama antara Pemkab Kutim, APKASI, dan YPAN, pelajar daerah memiliki tambahan pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi ternama. Sejak 2024 hingga 2026, program tersebut telah dilaksanakan melalui tiga kali pengiriman mahasiswa, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Kutim. (SL/ADV)
![]()







