Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengembangkan dukungan terhadap pendidikan masyarakat melalui berbagai program beasiswa. Bantuan pendidikan tersebut mencakup peserta didik pada jenjang sekolah dasar hingga dukungan bagi masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Program beasiswa menjadi salah satu kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan. Pengembangannya dilakukan dengan menambah dan melengkapi skema bantuan yang sebelumnya telah berjalan sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di Kutim.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengatakan kebijakan beasiswa pemerintah daerah telah berlangsung sejak awal dan terus mengalami pengembangan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sejumlah program yang telah tersedia kini diperluas dengan berbagai bentuk dukungan baru.
“Pemda Kutim, khususnya Bupati, mempunyai kebijakan beasiswa ini luar biasa. Ini sudah berjalan sejak awal dan justru di akhir-akhir ini banyak pengembangan-pengembangan,” ujar Mulyono.
Pada jenjang pendidikan dasar, terdapat program Beasiswa Stimulan dan Beasiswa Kutim Tuntas. Beasiswa Stimulan untuk siswa sekolah dasar (SD) diberikan sebesar Rp1 juta untuk setiap anak. Program tersebut menjangkau lebih dari 12 ribu siswa.
Sementara untuk peserta didik pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), bantuan yang diberikan mencapai Rp1,5 juta dengan jumlah penerima sekitar 2.500 siswa. Skema tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan pendidikan peserta didik pada jenjang sekolah.
Selain bantuan berdasarkan jenjang pendidikan, Pemkab Kutim juga memberikan perhatian kepada siswa yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang keagamaan. Salah satunya melalui program beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an yang telah diterapkan sebelumnya dan pada 2026 dijalankan secara penuh.
Program tersebut menargetkan sebanyak 1.000 penerima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 700 penerima berasal dari siswa SD, sedangkan 300 lainnya merupakan siswa SMP.
“Untuk beasiswa penghafal Al-Qur’an itu sebanyak 1.000 orang, 700 untuk SD dan 300 untuk SMP,” tuturnya.
Program beasiswa di Kutim juga mencakup skema lain yang ditujukan bagi peserta didik berdasarkan prestasi maupun kondisi ekonomi keluarga. Mulyono menyebut terdapat beasiswa prestasi serta bantuan bagi anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Beragam skema tersebut menunjukkan bahwa dukungan pendidikan tidak hanya diberikan berdasarkan satu kriteria. Bantuan disiapkan untuk menjangkau kebutuhan peserta didik dengan kondisi yang berbeda, baik mereka yang memiliki prestasi maupun yang membutuhkan dukungan karena keterbatasan ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, penanganan program beasiswa dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Disdikbud Kutim memiliki kewenangan untuk menangani program beasiswa bagi peserta didik pada jenjang SD dan SMP.
Sementara itu, bantuan pendidikan untuk jenjang SMA hingga perguruan tinggi berada dalam penanganan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kutim. Pembagian kewenangan tersebut dilakukan agar program dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan sasaran penerima masing-masing.
Cakupan program yang semakin luas juga membuat kebijakan beasiswa di Kutim tidak hanya berfokus pada kebutuhan pendidikan dasar dan menengah. Dukungan tersebut turut memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Pengembangan program beasiswa menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlanjutan pendidikan masyarakat. Dengan adanya berbagai pilihan bantuan, peserta didik memiliki lebih banyak peluang untuk memperoleh dukungan sesuai dengan kondisi dan jenjang pendidikannya.
Menurut Mulyono, keberadaan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemkab Kutim untuk mendukung masyarakat dalam mengakses pendidikan. Pengembangan skema beasiswa juga menjadi langkah untuk menjangkau kebutuhan pendidikan yang semakin beragam.
Pada tingkat SD, bantuan diberikan melalui program dengan nilai Rp1 juta per siswa dan telah menjangkau lebih dari 12 ribu penerima. Di tingkat SMP, bantuan sebesar Rp1,5 juta diberikan kepada sekitar 2.500 siswa. Sementara program penghafal Al-Qur’an pada 2026 menargetkan 1.000 penerima yang terdiri dari 700 siswa SD dan 300 siswa SMP.
Tidak hanya itu, keberadaan beasiswa prestasi dan beasiswa untuk anak dari keluarga kurang mampu semakin melengkapi dukungan pendidikan yang tersedia. Dengan pembagian penanganan berdasarkan jenjang, program tersebut dapat dilaksanakan oleh perangkat daerah sesuai bidang dan sasaran masing-masing.
Pemkab Kutim diharapkan dapat terus mengembangkan program beasiswa sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengakses pendidikan. Dukungan yang dimulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur. (SL/ADV)
![]()







