Banner Jejak Satu

Hasil Kajian Sejarah Kutim Diharapkan Jadi Sumber Rujukan Penelitian

Kutai Timur — Penulisan sejarah dan kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumentasi mengenai perjalanan daerah. Hasil kajian yang nantinya disusun dalam bentuk buku juga diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk menjadi sumber rujukan bagi penelitian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa proses penyusunan buku sejarah dilakukan melalui kajian serta penelusuran sehingga informasi yang dihimpun dapat tersusun secara lebih lengkap. Dengan proses tersebut, buku diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi dapat digunakan oleh berbagai pihak yang membutuhkan informasi mengenai sejarah dan kebudayaan Kutim.

Pemanfaatan hasil penulisan tersebut sebagai bahan penelitian menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari keberadaan dokumentasi sejarah daerah. Hal itu disampaikan Mulyono ketika menjawab pertanyaan awak media mengenai kemungkinan buku tersebut digunakan sebagai rujukan penelitian.

“Dan menjadi bahan rujukan untuk penelitian, Pak, ya?” tanya awak media.

“Iya, betul,” jawab Mulyono.

Selain untuk kebutuhan penelitian, dokumentasi sejarah tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh guru sejarah. Mulyono memberikan ruang bagi para guru untuk membaca dan menggunakan materi yang tersedia apabila membutuhkan tambahan informasi mengenai sejarah daerah.

“Silakan nanti guru-guru sejarahnya kalau memang ada libur silakan,” ujarnya.

Meski demikian, Mulyono menegaskan bahwa pemanfaatan buku sejarah tersebut belum secara otomatis berarti buku akan menjadi bahan pembelajaran wajib di seluruh sekolah. Disdikbud Kutim masih melihat perkembangan lebih lanjut terkait kemungkinan buku hasil kajian tersebut menjadi bagian dari koleksi di sekolah.

“Yang kedua apakah nanti menjadi sebuah koleksi ke semua sekolah atau itu nanti kita lihat perkembangannya ya,” kata Mulyono.

Untuk tahap awal, perhatian pemerintah diarahkan pada penyediaan dokumentasi sejarah sebagai sumber informasi mengenai Kutim. Buku menjadi salah satu bentuk dokumentasi yang dinilai dapat menyajikan hasil kajian secara lebih utuh karena proses penyusunannya tidak hanya mengandalkan informasi yang sudah tersedia, tetapi juga melalui penelusuran terhadap berbagai sumber dan kondisi di lapangan.

Keberadaan sumber tertulis juga dinilai penting dalam menjaga informasi sejarah agar dapat dipelajari kembali oleh generasi berikutnya. Ketika suatu peristiwa, perkembangan wilayah, maupun kebudayaan telah ditelusuri dan dituangkan dalam bentuk tulisan, informasi tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak yang memiliki kepentingan terhadap kajian sejarah daerah.

Dengan demikian, buku sejarah yang disiapkan Disdikbud Kutim memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar dokumentasi. Hasil kajian dapat menjadi bahan rujukan bagi penelitian, sekaligus memberikan tambahan sumber informasi bagi guru sejarah dan masyarakat yang ingin memahami perjalanan sejarah serta kebudayaan Kutim.

Upaya tersebut diharapkan membuat penulisan sejarah daerah memiliki manfaat dalam jangka panjang. Selain menjadi catatan mengenai perjalanan Kutai Timur, buku hasil kajian juga dapat menjadi sumber pengetahuan yang terus dimanfaatkan oleh pihak yang ingin mendalami sejarah dan kebudayaan daerah. (SL/ADV)

Loading