Kutai Timur — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) memanfaatkan kegiatan Expo Kutim sebagai sarana untuk memperluas penyampaian informasi mengenai keluarga berencana kepada masyarakat. Melalui stan pameran yang dibuka selama kegiatan berlangsung, masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai kontrasepsi, pola hidup sehat, serta perencanaan keluarga secara langsung dari petugas.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, menjelaskan bahwa pelayanan informasi di stan Expo melibatkan empat petugas dari berbagai bidang. Para petugas tersebut dijadwalkan bekerja secara bergantian sejak pagi hingga pukul 15.00 Wita. Pembagian tugas ini dilakukan agar pengunjung yang datang tetap dapat memperoleh informasi sesuai kebutuhan selama stan beroperasi.
Keberadaan stan tersebut menjadi salah satu cara DPPKB Kutim mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui ruang publik. Pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya mengenai program keluarga berencana, termasuk penggunaan alat kontrasepsi dan layanan yang tersedia. Dengan memperoleh penjelasan langsung dari petugas, masyarakat diharapkan lebih memahami pilihan layanan yang dapat diakses melalui fasilitas kesehatan.
Selain melalui kegiatan pameran, DPPKB Kutim juga terus mendorong pelaksanaan program keluarga berencana pascapersalinan. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah akseptor KB pascapersalinan di Kabupaten Kutai Timur mencapai 9.945 orang. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pengaturan jarak kehamilan secara terencana.
Pengaturan jarak kehamilan berkaitan dengan perencanaan keluarga serta perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak. Karena itu, penyampaian informasi mengenai keluarga berencana perlu menjangkau masyarakat secara berkelanjutan, baik melalui pelayanan langsung maupun kegiatan edukasi di ruang publik. Pemanfaatan Expo menjadi salah satu kesempatan bagi DPPKB Kutim untuk memperkenalkan program sekaligus menjawab pertanyaan pengunjung.
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, edukasi yang dilakukan DPPKB Kutim juga mencakup kelompok remaja. Yuriansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini di SMA Negeri 1 Bengalon. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai konsekuensi pernikahan pada usia dini serta pentingnya mempersiapkan masa depan.
Dalam konteks kegiatan Expo, Yuriansyah turut menyinggung penyampaian edukasi kepada kelompok usia remaja. “Sementara pameran kita akan berikan edukasi ke anak-anak usia remaja.” ucap Yuriansyah terkait pameran Expo.
Penyampaian informasi kepada remaja menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kependudukan dan keluarga berencana. Melalui informasi yang sesuai dengan kebutuhan usia mereka, pelajar diharapkan dapat memahami pentingnya perencanaan masa depan dan mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.
DPPKB Kutim pun memanfaatkan dua jalur edukasi, yakni kegiatan di ruang publik melalui Expo dan sosialisasi di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan tersebut, penyampaian informasi mengenai keluarga berencana, kesehatan reproduksi, serta pencegahan pernikahan usia dini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Keberlanjutan edukasi dan pemanfaatan layanan yang tersedia menjadi bagian penting untuk mendukung perencanaan keluarga yang lebih terarah di Kutai Timur. (SL/ADV)
![]()







