Desa di Kecamatan Telen Siapkan Lahan Baru untuk Pertanian Produktif

Kutai Timur –Upaya memperkuat ketahanan pangan lokal terus digencarkan di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satu langkah terbaru datang dari Desa Muara Pantun, yang kini mulai menyiapkan pembukaan lahan sawah baru dengan luas antara dua hingga lima hektare.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan pangan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan beras dari luar wilayah.

Camat Telen, Petrus Ivung, mengonfirmasi bahwa proses persiapan telah dimulai dengan menentukan lokasi yang dianggap cocok untuk digarap. Lahan tersebut berada di sekitar jalan Batu Redi, kawasan yang dinilai memiliki potensi pertanian cukup baik.

“Sudah direncanakan pembukaan lahan baru di sekitar jalan Batu Redi, Desa Muara Pantun. Kalau tidak banjir besar, bisa sampai lima hektare,” ujar Petrus saat diwawancarai.

Ia menjelaskan bahwa rencana ini muncul karena lahan sawah lama di Muara Pantun sering mengalami genangan air, terutama pada musim hujan. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan melakukan penanaman secara optimal dan berdampak pada produktivitas padi.

Sebagai langkah awal, pemerintah desa bersama kelompok tani setempat telah melakukan survei kondisi tanah, termasuk tingkat kesuburan, struktur lahan, dan ketersediaan sumber air. Survei lapangan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa lahan yang akan dikembangkan benar-benar layak untuk dijadikan area persawahan.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, Muara Pantun berpotensi menjadi sentra pertanian baru di kawasan hulu Kutim. Selain menambah pasokan beras lokal, pembukaan lahan ini juga diproyeksikan dapat memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar melalui terbukanya lapangan kerja baru, baik pada tahap pengolahan maupun produksi.

“Targetnya untuk produksi beras lokal dulu, supaya kita tidak terlalu bergantung pada pasokan luar,” sambung Petrus.

Inisiatif ini menjadi gambaran nyata semangat masyarakat Telen dalam menghadapi tantangan alam. Meski berada di wilayah dengan risiko banjir musiman, warga bersama pemerintah setempat terus berupaya mencari solusi inovatif demi menjaga kemandirian pangan dan keberlanjutan sektor pertanian.

Dengan dukungan yang tepat, Desa Muara Pantun diyakini mampu berkembang menjadi kawasan pertanian produktif yang memperkuat ketahanan pangan Kutai Timur dari tingkat desa.(TS/ADV)

Loading