
Kutai Timur –Alam Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menyimpan berbagai kekayaan yang belum sepenuhnya dikenal publik. Salah satu destinasi yang kini mulai menarik perhatian adalah Batu Dinding, sebuah tebing batu alami yang berdiri megah di wilayah Maramara, tidak jauh dari aliran Sungai Lung Melah. Keindahan geologis dan suasana alaminya menjadikan lokasi ini sebagai salah satu potensi wisata terbesar yang belum digarap.
Camat Telen, Petrus Ivung, menyebut Batu Dinding sebagai kawasan yang masih sangat alami dan minim sentuhan manusia. Menurutnya, jika lokasi tersebut dikelola secara tepat, bukan tidak mungkin Batu Dinding menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kutai Timur.
“Batu Dinding itu masih alami, belum tersentuh. Kalau dikelola, bisa jadi objek wisata unggulan,” ujar Petrus saat diwawancarai.
Tebing ini memiliki karakter geologi unik dengan lapisan batu berundak yang tersusun membentuk dinding vertikal raksasa. Struktur batuan tersebut menghadirkan pemandangan dramatis yang sangat memanjakan mata. Bagi pecinta fotografi, pendaki ringan, hingga wisatawan petualang, Batu Dinding menawarkan pengalaman visual dan eksplorasi yang jarang ditemukan di wilayah lain.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kecamatan Telen telah mengajukan usulan kepada Dinas Pariwisata Kutai Timur agar dilakukan survei resmi ke lokasi. Survei ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pengembangan wisata, termasuk kebutuhan akses jalan, fasilitas dasar, serta strategi promosi.
“Kalau sudah disurvei dan dibuat akses jalan, pasti banyak yang datang,” tambah Petrus.
Selain daya tarik alamnya, kawasan sekitar Batu Dinding juga memiliki nilai budaya yang kuat. Masyarakat Dayak setempat masih memegang teguh adat dan tradisi, yang dapat menjadi bagian dari paket wisata berbasis budaya. Perpaduan antara panorama alam dan kekayaan budaya lokal membuat Batu Dinding memiliki nilai tambah yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Batu Dinding kini dipandang sebagai simbol potensi besar Telen di sektor pariwisata. Dengan pengelolaan yang tepat, destinasi ini berpeluang menjadi ikon baru Kutai Timur, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar melalui sektor wisata alam yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.. (TS/ADV)
![]()






