
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menyiapkan pemasangan air bersih gratis di 49 titik wilayah Kecamatan Sangatta Utara.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Cap Jempol Stop Stunting untuk memperbaiki sanitasi dan kualitas hidup masyarakat.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyebut kolaborasi ini merupakan contoh kerja cepat antarinstansi daerah.
“PDAM berkomitmen tanpa harus menunggu kelengkapan panjang. Begitu kami berikan titik koordinat, mereka langsung pasang air bersih gratis,” ujar Junaidi kepada awak media.
Program ini hasil identifikasi lapangan oleh PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang melaporkan risiko keluarga melalui aplikasi Sistem Informasi Keluarga Berisiko Stunting (SIGELC).
Informasi terkait bantuan tersebut menjadi dasar penting untuk menetapkan rumah tangga mana yang harus diprioritaskan sebagai penerima, sehingga penyalurannya dapat lebih tepat sasaran.
Selain PDAM, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut berkontribusi dalam pembangunan sarana sanitasi dan jamban, sementara dunia usaha melalui Corporate Social Responsibilit (CSR) membantu menyediakan fasilitas pendukung di wilayah padat penduduk.
Langkah tersebut juga menjadi jawaban atas tantangan daerah yang selama ini masih berupaya mengatasi persoalan akses terhadap air bersih.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh pada kesehatan seluruh anggota keluarga. Tanpanya, pemenuhan gizi anak tidak akan berjalan maksimal,” terangnya.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa Kutim tidak hanya berbicara program, tetapi benar-benar bergerak menata akar masalah. Air bersih kini menjadi simbol solidaritas dan kemajuan bersama. (TS/ADV)
![]()






